Minggu, 16 Maret 2014

BAHAN AJAR MICRO TEACHING



BAHAN AJAR

Mata Kuliah       :  Asuhan Kebidanan I (Kehamilan)
Pertemuan ke     : I dan II
Dosen                 : .................................
Materi                 : Konsep Dasar Asuhan Kehamilan

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Dekskripsi Singkat
Pada pokok bahasan ini akan membahas tentang konsep dasar asuhan kehamilan yang meliputi filosofi asuhan kehamilan, lingkup asuhan kehamilan, prinsip pokok asuhan kehamilan, sejarah asuhan kehamilan, tujuan asuhan kehamilan, refocusing asuhan kehamilan, standar asuhan kehamilan, tipe pelayanan asuhan kehamilan, hak-hak wanita hamil, tenaga profesional (asuhan kehamilan), peran dan tanggung jawab bidan dalam asuhan kehamilan, evidence based dalam praktik kehamilan.
B.     Manfaat
Pengetahuan yang dimiliki mahasiswa tentang asuhan kehamilan merupakan pedoman yang mendukung peran dan fungsi bidan dalam melaksanakan tugas pokok dalam memberikan asuhan kebidanan kehamilan pada klien
C.    Sasaran Pembelajaran (TIU)
Pada akhir perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan konsep dasar asuhan kehamilan.










BAB II
PENYAJIAN
A.    Filosofi Asuhan Kehamilan
Filosofi adalah pernyataan mengenai keyakinan dan nilai/value yang dimiliki yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang/kelompok. Filosofi asuhan kehamilan menggambarkan keyakinan yang dianut oleh bidan dan dijadikan sebagai panduan yang diyakini dalam memberikan asuhan kebidanan pada klien selama masa kehamilan. Dalam filosofi asuhan kehamilan ini dijelaskan beberapa keyakinan yang akan mewarnai asuhan tersebut, yaitu:
1.      Proses kehamilan merupakan proses yang normal dan alamiah. Hal ini perlu diyakini oleh tenaga kesehatan khususnya bidan, sehingga dalam memberikan asuhan pada klien pendekatan yang dilakukan cenderung dalam bentuk yang promotif. Realisasi yang paling mudah dilaksanakan adalah pelaksanaan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) kepada pasien dengan materi-materi mengenai pemantauan kesehatan ibu hamil dan penatalaksanaan ketidaknyamanan selama hamil.
2.      Proses ini merupakan pemberdayaan perempuan dan keluarga dalam melaksananak asuhan. Salah satu upaya yang dilakukan bidan dalam memberikan asuhan adalah pemantauan kesehatan pada ibu hamil. Dalam melaksanakan pemantauan ini, bidan tidak akan mungkin bekerja sendiri, melainkan membutuhkan bantuan pihak lain, dalam hal ini pasien beserta keluarganya. Ini bertujuan agar pasien dan keluarga ikut bertanggung jawab terhadap kesehatannya sehingga tidak terjadi gangguan dan dibutuhkan tindakan, pasien dan keluarga dapat berperan aktif dalam pengambilan keputusan.
3.      Ada otonomi klien dalam pengambilan keputusan. Pada pelaksanaan asuhan, bidan sering dihadapkan pada situasi yang membuatnya harus mengambil langkah terbaik untuk pasien. Dalam penentuan keputusan, pasien dan keluarga sebaiknya diberi otonomi atau kemandirian. Ini akan dapat memberi dampak positif bagi pasien dan keluarganya. Dalam proses pengambilan keputusan untuk tindakan bagi kesehatan pasien, bidan mempunyai peran dan tanggung jawab untuk memberi informasi yang bisa dijadikan pertimbangan bagi pasien.


4.      Sebaiknya bidan tidak memberikan asuhan yang berpotensi menimbulkan penderitaan. Filosofi ini mengacu pada konsep asuhan sayang ibu. Dalam pelaksanaan asuhan, posisi pasien bukan sebagai objek bidan melainkan seseorang yang datang dengan kebuuhan, yang menempatkan bidan sebagai orang yang dianggap kompeten dan dapat dipercaya untuk mengatasi permasalahan dan kebutuhannya. Dengan fakta ini sangat tidak bijaksana jika bidan memberikan asuhan yang justru menimbulkan penderitaan bagi pasien. Timbulnya penderitaan dalam konteks ini bukan hanya yang berhubungan dengan psikologi pasien dan keluarganya.
5.      Ada peberian asuhan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kebutuhan klien. Pada saat memberikan asuhan, bidan melakukan pengkajian pada pasien yang bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dan kebutuhan pasien sesuai dengan usia kehamilan. Seluruh rangkaian tahap asuhan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik kepada pihak pasien maupun kepada profesi.
B.     Lingkup Asuhan Kehamilan
1.      Keterampilan Dasar
Keterampilan ini merupakan keahlian yang wajib dimiliki oleh bidan untuk bisa mengasuh dengan baik. Berikut keterampilan tersebut:
·         Mengumpulkan data riwayat kesehatan
·         Melakukan pemeriksaan fisik
·         Menilai keadaan janin
·         Menghitung usia kehamilan
·         Mengkaji status nutrisi
·         Mengakaji kenaikan berat badan
·         Memberikan penyuluhan
·         Penatalaksanaan pada anemia ringan, hipertensi gravidarum tingkat I, abortus iminens dan pre eklamsi ringan.
·         Memberi imunisasi



2.      Keterampilan tambahan
Selain keterampilan dasar, akan sangat membentu bila bidan juga memiliki bekal keterampilan tambahan, yaitu:
·         Menggunakan dopler
·         Memberikan pengobatan
·         Melaksanakan Long Life Skill (LSS) dalam manajemen pasca aborsi
C.    Prinsip Pokok Asuhan Kehamilan
Sepuluh prinsip pokok yang wajib diketahui setiap bidan dalam melakukan asuhan kehamilan.
1.      Proses kehamilan proses yang alamiah dan fisiologis.
2.      Pengasuhan menggunakan cara-cara yang sederhana atau menghindari segala bentuk intervensi yang tidak dibutuhkan.
3.      Aman bagi keselamatan hidup ibu. Asuhan yang diberikan, ditunjang oleh pengobatan berdasarkan bukti (Evidence based medicine).
4.      Menjaga privasi klien.
5.      Membantu klien agar merasa aman dan nyaman serta memberi dukungan emosional.
6.      Memberikan informasi serta konselin yang cukup.
7.      Klien dan keluarga berperan aktif dalam pengambilan keputusan.
8.      Menghormati praktik adat istiadat, kebudayaan serta keyakinan atau agama dilingkungan setempat.
9.      Memelihara kesehatan fisik, psikologis, sosial seta spiritual klien dan keluarga.
10.  Melakukan usaha penyuluhan kesehatan dan pencegahan penyakit.
D.    Sejarah Asuhan kehamilan
Dimasa sekarang, pada saat ini angka kematian ibu di Indonesia masih terbilang sangat tinggi. Gambaran penurunan AKI menurut survei demografi dan kesehatan Indonesia (SKDI) dari tahun 1994, 1997 sampai 2000 adalah 390/100.000 kelahiran hidup, 334/100.000 kelahiran hidup dan 307/100.000 kelahiran hidup. Lima penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan, infeksi, eklamsi, partus lama, dan komplikasai abortus. Sedangkan penyebab tidak langsung dari kematian ibu adalah anemia, sebanyak 51% menurut survei kesehatan rumah tangga tahun 1995, kekurangan energi protein (KEP) dan kekurangan energi kalori, sebanyak 4,8% menurut sensus tahun 2000.
Angka kematian ibu dan bayi merupakan tolak ukur dalam menilai derajat kesehatan suatu bangsa. Oleh karena itu, pemerintah sangat menekankan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui program-program kesehatan. Dalam pelaksanaan program kesehatan sangat dibutuhkan sumber daya manusia, yang kompeten sehingga apa yang menjadi tujuan bisa tercapai. Sebagai salah satu sumber daya manusia bidan merupakan salah satu ujung tombak dalam bidang kesehatan yang berada pada garis terdepan yang langsung berhadapan langsung dengan masyarakat dan perempuan sebagai sasaran program. Dengan peranan yang cukup besar ini, sangat penting kiranya bagi bidan untuk senantiasa  meniingkatkan kompetensinya melalui pemahaman mengenai asuhan kebidanan, mulai dari perempuan hamil sampai nifas serta kesehatan bayi.
E.     Tujuan Asuhan Kehamilan
Asuhan kebidanan pada ibu hamil adalah asuhan yang diberikan Bidan pada ibu hamil utuk mengetahui kesehatan ibu dan janin serta untuk mencegah dan menangani secara dini kegawatdaruratan yang terjadi pada saat kehamilan. Tujuan pemeriksaan dan pengawasan Ibu hamil:
a.       Tujuan umum:
§  Menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan dan nifas, sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat.
b.      Tujuan khusus:
§  Memantau kemajuan kehamilan dan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.
§  Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi.
§  Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan/komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
§  Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu dan bayi dengan trauma seminimal mungkin.
§  Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI Ekslusif.
§  Peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.



Standar Asuhan Kehamilan Kunjungan antenatal care (ANC) minimal :
§  Satu kali pada trimester 1 (usia kehamilan 0 – 13 minggu)
§  Satu kali pada trimester II (usia kehamilan 14 – 27 minggu)
§  Dua kali pada trimester III (usia kehamilan 18 – 40 minggu)
Adapun pelaksanaan komunikasi bagi ibu hamilbidan diharapkan :
§  Mampu melaksanakan asuhan dan tindakan pemeriksaanpendidikan kesehatan dan segala bentuk pelayanan kebidanan ibu hamil.
§  Dengan adanya komunikasi terapeutik diharapkan dapat meredam permasalahan psikososial yang berdampak negatif bagi kehamilan.
§  Membantu ibu sejak pra konsepsi untuk mengorganisasikan perasaannya, pikirannya untuk menerima dan memelihara kehamilannya.
F.     Refocusing Asuhan Kehamilan
1.      Trimester pertama/sebelum minggu ke 14
a.       Membina hubungan saling percaya antara bidan dan ibu sehingga mata rantai penyelamatan jiwa telah terbina jika diperlukan.
b.      Mendeteksi masalah yang dapat diobati sebelum mengancam jiwa ibu maupun bayi.
c.       Mencegah masalah seperti tetanus neonatorum, anemia defisiensi zat besi, maupun penggunaan praktik tradisional yang merugikan.
d.      Memulia persiapan persalinan dan kesiapan menghadapi komplikasi.
e.       Mendorong perilaku yang sehat (nutrisi, latihan dan kebersihan istirahat dan sebagainya).
2.      Trimester kedua/sebelum minggu ke 28
a.       Membina hubungan saling percaya antara ibu dan bidan sehingga suatu mata rantai penyelamatan jiwa telah terbina jika diperlukan.
b.      Mendeteksi masalah yang dapat diobati sebelum mengancam jiwa.
c.       Mencegah masalah seperti tetanus neonatorum, anemia defisiensi zat besi, maupun penggunaan praktik tradisional yang merugikan.
d.      Memulai persiapan persalinan dan kesiapan menghadapi komplkasi.
e.       Mendorong perilaku yang sehat (nutrisi, latihan dan kebersihan istirahat dan sebagainya).
f.       Kewaspadaan khusus menggenai PIH (tanya ibu mengenai gejala PIH, pantau tekanan darahnya, edema, proteinuria)

3.      Trimester ketiga/sebelum minggu ke 40
a.       Membina hubungan saling percaya antara ibu dan bidan sehingga suatu mata rantai penyelamatan jiwa telah terbina jika diperlukan.
b.      Mendeteksi masalah yang dapat diobati sebelum mengancam jiwa.
c.       Mencegah masalah seperti tetanus neonatorum, anemia defisiensi zat besi, maupun penggunaan praktik tradisional yang merugikan.
d.      Memulai persiapan persalinan dan kesiapan menghadapi komplkasi.
e.       Mendorong perilaku yang sehat (nutrisi, latihan dan kebersihan istirahat dan sebagainya).
f.       Kewaspadaan khusus menggenai PIH (tanya ibu mengenai gejala PIH, pantau tekanan darahnya, edema, proteinuria)
G.    Standar Asuhan Kehamilan
1.      Standar I: Identifikasi Ibu Hamil
Bidan melakukan kunjungan rumah dan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan meotivasi ibu, suami, dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini secara teratur.
2.      Standar II: Pemeriksaan dan Pemantauan Antenatal
Bidan memberikan sedikitnya 4 kali pelayanan antenatal. Pemeriksaan meliputi anamnesis serta pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah perkembangan berlangsung normal. Bidan juga harus mengenal kehamilan risiko tinggi, khususnya anemia, kurang gizi, hipertensi, PMS/infeksi HIV, memberikan pelayanan imunisasi, nasihat, dan penyuluhan kesehatan, serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas. Mereka harus mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan. Bila ditemukan kelainan, mereka harus mampu mengambil tindakan yang diperlukan dan merujuknya untuk tindakan selanjutnya.
3.      Standar III: Palpasi Abdominal
Bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan bertambah, memeriksa posisi, bagian terendah janin, dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul untuk mencari kelainan, serta melakukan rujukan tepat waktu. 
4.      Standar IV: Pengelolaan Anemia pada Kehamilan
Bidan  melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan dan/atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5.      Standar V: Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan 
Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan, mengenali tanda dan gejala preeklampsia lainnya, mengambil tindakan yang tepat, dan merujuknya.
6.      Standar VI: Persiapan Persalinan 
Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil, suami, dan keluarganya pada trimester ketiga untuk memastikan bahwa persiapan bersih dan aman, serta suasana yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik, di samping persiapan transportasi dan biaya yang merujuk, bila tiba-tiba terjadi keadaan gawat darurat. Oleh karena itu, bidan sebaiknya melakukan kunjungan rumah.
Standar Asuhan Kehamilan Menurut Anjuran WHO
§  Trimester I     : Satu kali kunjungan
§  Trimester II   : Satu kali kunjungan
§  Trimester III  : Dua kali kunjungan
Standar Minimal Asuhan Antenatal “7 T”
1.      Timbang berat badan,
2.      Tinggi fundus uteri,
3.      Tekanan darah,
4.      Tetanus toxoid,
5.      Tablet Fe,
6.      Tes PMS, dan
7.      Temu wicara.
H.    Tipe Pelayanan Asuhan Kehamilan
1.      Midwifery Care
Center pelayanan kebidanan berada pada bidan. Ruang lingkup dan wewenang asuhan sesuai dengan kepmenkes 900/ 2002. Dimana bidan memberikan asuhan kebidanan secara normal dan asuhan kebidanan “bisa diberikan” dalam wewenang dan batas yang jelas. Sistem rujukan dilakukan apabila ditemukan komplikasi atau resiko tinggi kehamilan. Rujukan ditujukan pada sistem pelayanan kesehatan yang lebih tinggi.



2.      Obstetrician and Gynecological Care
Center pelayanan kebidanan berada pada SPOG. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi. Rujukuan dilakukan pada tingkat yang lebih tinggi dan mempunyai kelengkapan sesuai dengan yang diharapkan.
3.      Public Health Center
Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan dokter umum. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi sesuai dengan pelayanan yang tersedia. Rujukan dilakukan pada system yang lebih tinggi.
4.       Hospital
Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan SPOG. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi yang disesuaikan dengan pelayanan kebidanan yang tersedia. Rujukan ditujukan pada rumah sakit yang lebih tinggi tipenya.
5.      Midwifery private clinic
Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan SPOG sebagai konsultant. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi yang disesuaikan dengan pelayanan yang tersedia. Rujukan ditujukan pada system pelayanan yang lebih tinggi.
I.       Hak-Hak Wanita Hamil
Hak-hak ibu ketika menerima layanan asuhan kehamilan (Saifuddin, 2002), yaitu :
1.      Mendapatkan keterangan mengenai kondisi kesehatannya. Informasi harus diberikan langsung kepada klien (dan keluarganya).
2.      Mendiskusikan keprihatinannya, kondisinya, harapannya terhadap sistem pelayanan, dalam lingkungan yang dapat ia percaya. Proses ini berlangsung secara pribadi dan didasari rasa saling percaya.
3.      Mengetahui sebelumnya jenis prosedur yang akan dilakukan terhadapnya.
4.      Mendapatkan pelayanan secara pribadi/dihormati privasinya dalam setiap pelaksanaan prosedur.
5.      Menerima layanan senyaman mungkin.
6.       Menyatakan pandangan dan pilihannya mengenai pelayanan yang diterimanya.
J.      Tenaga Profesional (Asuhan Kehamilan)
1.    Bidan/ midwife,
2.    Dokter umum,
3.    SPOG/ dokter spesialis obstetric dan ginekology, dan
4.    Team/ antara dokter dan bidan.
Tindakan yang dilakukan dalam tenaga profesional dalam asuhan kehamilan:
§  Mendengarkan dan berbicara kepada ibu serta keluarganya untuk membina hubungan saling percaya.
§  Membantu setiap wanita hamil dan keluarga untuk membuat rencana persalinan.
§  Membantu setiap wanita hamil dan keluarga untuk persiapan menghadapi komplikasi.
§  Melakukan penapisan untuk kondisi yang mengharuskan melahirkan di RS.
§  Mendeteksi dan mengobati komplikasi-komplikasi yang dapat mengancam jiwa (pre-eklamsia, anemia, PMS).
§  Mendeteksi adanya kehamilan ganda setelah usia kehamilan 28 mg dan adanya kelainan letak setelah usia kehamilan 36 mg.
§  Memberikan konseling pada ibu sesuai usia kehamilannya, mengenai nutrisi, istirahat, tanda-tanda bahaya, KB, pemberian ASI, ketidaknyamanan yang normal selama kehamilan dan sebagainya. Memberikan suntikan imunisasi TT bila diperlukan.
§  Memberikan suplemen mikronutrisi, termasuk zat besi an folat secara rutin, serta vitamin A bila perlu.
K.    Peran Dan Tanggung Jawab Bidan Dalam Asuhan Kehamilan
peran bidan dalam membantu seorang perempuan dalam menyesuaikan diri dengan kehamilannya adalah memberikan dukungan emosional, informasi dan saran serta mendeteksi gangguan psikologi. Keterampilan tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan hubungan saling membantu antara perempuan dan bidan, untuk berkomunikasi secara efektif, memberi dukungan dan kemampuan untuk mendengarkan saat dibutuhkan.
Peran dan tanggungjawab bidan dalam memberikan asuhan kehamilan adalah:
1.      Membantu ibu dan keluarganya untuk mempersiapkan kelahiran dan kedaruratan yang mungkin terjadi.
2.      Mendeteksi dan mengobati komplikasi yang mungkin timbul selama kehamilan, baik yang bersifat medis, bedah maupun tindakan obstetrik.
3.      Meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik, mental dan sosial ibu serta bayi dengan memberikan pendidikan, suplemen dan immunisasi.
4.      Membantu mempersiapkan ibu untuk memnyususi bayi, melalui masa nifas yang normal serta menjaga kesehatan anak secara fisik, psikologis dan social.
L.     Issue Terkini Dalam Asuhan Kehamilan
1.      Women Center Care (WCC)
Adalah asuhan yang berpusat pada perempuan. Dalam pelaksanaan asuhan ini, perempuan dipandang sebagai manusia secara utuh (holistik), yang mempunyai hak pilih untuk memelihara kesehatan reproduksinya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan reproduksi perempuan di Indonesia adalah:
a.       Status dalam masyarakat yang masih rendah.
b.      Kesehatan reproduksi seorang perempuan hamil, kondisi melahirkan serta nifas, yang berisiko menyebabkan kematian.
c.       Ketidakmampuan perempuan untuk memelihara kesehatannya sendiri akibat pendidikan yang rendah.
d.      Kurang modal (ekonomi) dalam upaya pemeliharaan kesehatan.
e.       Sosial budaya, ekonomi, pengetahuan yang rendah, dan pelayanan kesehatan yang tidak terjangkau.
Upaya yang dilakukan WCC adalah kontinuitas (kesinambungan) dalam pemberian asuhan yang meliputi asuhan yang berkelanjutan (konsep pelayanan yang terorganisasi).

2.      Pre eklampsia dengan edema
Isu mengenai pre eklampsia dan edema pada ibu hamil sudah berkembang luas sehingga bidan harus senantiasa meningkatkan keilmuannyaagar dapat menyampaikan informasi yang tepat ketika memberikan asuhan pada ibu hamil. Dengan variasi tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat maka akan bervariasi pula tanggapan yang muncul akibat adanya isu-isu yang beredar. Bidan sebagai seorang yang dekat dengan masyarakat dan dipandang kompeten, dalam hal ini harus dapat menyikapi secara bijaksana setiap reaksi yang munculdari masyarakat, jika menemukan hal yang negatif secepatnya ia melakukan tindakan, seperti memberikan penyuluhan mengenai pre eklampsia dan edema selama kehamilan.

M.   Evidence Based Dalam Praktik Kehamilan
Salah satu asspek yang harus dipenuhi dalam memberikan asuhan kebidanan yang bertanggung jawab adalah dengan mengacu pada hasil penelitian yang paling aktual. Hasil penelitian yang didapatkan beserta rekomendasi dari penelitian dijadikan sebagai acuan dalam memberikan pelayanan. Beberapa hasil penelitian mengenai ibu hamil antara lain:
1.      S. M. Willer seorang peneliti dari Utrecth University, belanda, menemukan bahwa ibu hamil yang mengkonsumsi apel selama kehamilannya dapat mengurangi risiko asma pada bayinya.
2.      Ezza Susser peneliti dari Amerika, menemukan bahwa penurunan mental pada anak-anak kemungkinan disebabkan penyakit flu yang diderita oleh sang ibu saat kandungannya berjalan pada 3 bulan pertama masa kehamilan (trimester I)
3.      Pada tahun 2007 Rossi Anggraeni menemukan bahwa jarak kelahiran kurang dari 27 bulan meningkatkan risiko kematian perinatal sebesar 4,77 kali lebih besar dibandingkan dengan jarak kelahiran yang lebih dari 27 bulan.
Latihan soal-soal dan kunci jawaban
Soal - soal
1.      Jelaskan peran bidan dalam asuhan kebidanan ?
2.      Sebutkan standar asuhan kehamilan ?
3.      Sebutkan Hak-hak wanita hamil ?
4.      Apa –apa  saja tujuan ANC(Antenatal Care) ?
Jawaban
1.       Peran Pelaksanaan            : memberikan asuhan atau pelayanan . Bidan mempunyai 3 tugas utama yaitu; mandiri, kolaborasi, dan rujukan
Ada 7 langkah utama
a.       Mengkaji
b.      Menentukan diagnose
c.       Menyusun rencana tindakan
d.      Melaksanakan tindakan
e.       Evaluasi
f.       Tindak lanjut
g.      Dokumentasi
b.      Pengelolaan           : menyusun rencana kerja, mengelola kegiatan pelayanan ibu hamil, berpartisipasi dalam kegiatan program pelayanan kehamilan
c.       Pendidik    : melakukan penyuluhan, mendidik siswa bidan /  calon bidan
d.      Peneliti      : melakukan penelitian kebidanan
o   Kewajiban Bidan  Bidan wajib memberikan pelayanan asuhan kehamilan sesuai standar profesi dengan menghormati hak-hak klien.
o   Wajib merujuk member kesempatan klien ibadah, menjaga rahasia , memberi informasi, inform consent, dokumentasi, kerjasama pihak lain.
2.      a. Standar 3           : identifikasi ibu hamil
Melakukan kunjungan rumah dan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk penyuluhan dan motivasi untuk periksaan dini teratur.
b.      Standar  4        : pemeriksaan dan pemantauan antenatal
Sedikitnya 4 kalui dalam pelayanan  kehamilan , pemerikasaan meliputi: anamnesis dan pemantauan ibu dan janin, ,mengenal kehamilan resiko tinggi, imunisasi nasehat dan penyuluhan, menvatat data yang  tepat setiap kunjungan, tindakan tepat untuk merujuk
c.       Standar 5         : palpasi abdominal
d.      Standar 6         : pengelolaan Anemi pada kehamilan
e.       Standar 7         : pengelolaan Dini Hipertensi pada kehamilan
f.       Standar 8         : persiapan persalinan
3.      Hak-hak wanita hamil sebagai berikut :
a.       Mendapatkan keterangan mengenai kondisi kesehatannya. Informasi harus diberikan langsung kepada klien (dan keluarganya).
b.      Mendiskusikan keprihatinannya, kondisinya, harapannya terhadap sistem pelayanan, dalam lingkungan yang dapat ia percaya. Proses ini berlangsung secara pribadi dan didasari rasa saling percaya.
c.       Mengetahui sebelumnya jenis prosedur yang akan dilakukan terhadapnya.
d.      Mendapatkan pelayanan secara pribadi/dihormati privasinya dalam setiap pelaksanaan prosedur.
e.       Menerima layanan senyaman mungkin.
f.       Menyatakan pandangan dan pilihannya mengenai pelayanan yang diterimanya.
4.      Tujuan ANC (ante natal care)
a.       Mempromosikan dam menjaga kesehatan fisik dan mental ibu dan bayi dengan pendidikan, nutrisi, kebersihan diri, dan proses kelahiran bayi
b.      Mendeteksi dan melaksanakan komplikasi medis, bedah atau obstetric selama kehamilan.
c.       Mengembangkan persiapan persalinan serta kesiapan menghadapi komplikasi.
d.      Membantu menyiapkan ibu untuk menyusui dengan sukses, menjalankan nifas normal dan merawat anak secara fisik,psikologis dan social
Umpan Balik
1.      Bila saudara dapat menyelesaikan semua soal dengan benar, maka saudara dapat lanjut ke Bab selanjutnya.
2.      Bila hanya dapat menyelesaikan 2 soal dengan benar dari 4 soal yang ada maka harus mengulang mempelajari awalan ilmu yang tidak dapat dijawab.
3.      Bila saudara hanya dapat menjawab 1 soal dengan benar maka saudara harus mengulang seluruh materi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar